Biaya Pengobatan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Tak Lagi Ditanggung Pemerintah

Tragedi Stadion Kanjuruhan
Sebuah mobil polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya (sumber: ANTARA/Vicki Febrianto)

Football – Biaya pengobatan korban luka tragedi Kanjuruhan dikabarkan dihentikan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah menyelidiki soal dugaan penghentian biaya pengobatan itu.

Jika informasi itu benar maka tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut sangat disayangkan.

Bacaan Lainnya

“Beberapa hari lalu kami diberitahu oleh teman-teman Aremania dan sedang kami telusuri,” kata Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Senin.

Dikutip dari laman Suara.com (partner Jambiseru.com) judul artikel “Biaya Pengobatan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Dihentikan“, korban luka-luka pada peristiwa nahas itu sangat banyak. Saat awal kejadian, berbagai pihak mengonsolidasi tentang banyaknya korban yang tewas, sementara korban luka-luka tidak terlalu diperhatikan.

Padahal, lanjutnya, jumlah korban luka-luka dalam tragedi itu sangat banyak, belum termasuk yang tidak melaporkan diri sebagai korban.

Usai tragedi tersebut, Komnas HAM langsung bertolak ke Malang, Jawa Timur, dan berkoordinasi dengan para korban termasuk menyarankan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar.

Namun, dengan adanya dugaan penghentian pembiayaan oleh Pemprov Jawa Timur tersebut, pihak RSUD Dr. Saiful Anwar langsung menghentikan perawatan bagi korban luka yang dirujuk ke rumah sakit itu.

“Jika benar, kami minta ini dievaluasi ulang,” tegas Anam.

Desakan itu harus disikapi dengan bijaksana mengingat jumlah korban luka sangat banyak dan ada pula korban luka yang hingga kini masih terus terjadi.

“Misalnya, luka mata yang tidak hanya merah tapi juga kecoklatan dan kehitaman; dan itu masih butuh perawatan,” ujarnya.

Anam berharap setiap korban dalam tragedi Kanjuruhan mendapat pengobatan atas kejadian yang dialaminya. Berdasarkan informasi yang diterima Komnas HAM, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemprov Jawa Timur bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban tragedi Kanjuruhan. (esa)

Pos terkait