Kondisi Cahya Supriadi Pasca Pingsan di Lapangan saat Lawan Hong Kong 

Kondisi Cahya Supriadi
Kiper Timnas Indonesia U-19 Cahya Supriadi (ketiga kanan) menangkap bola tembakan pesepak bola Tim Nasional Brunei Darussalam U-19 Idzzaham Aleshahmezan (kedua kanan) dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/7/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Football Jambi Seru – Penjaga gawang Timnas Indonesia U-20, Cahya Supriadi sepertinya tidak memerlukan waktu lama untuk pulih setelah tak sadarkan diri di lapangan saat menghadapi Hong Kong pada matchday kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023.

Persija Jakarta sebagai klubnya, memberikan kabar terkini terkait cedera Cahya Supriadi. Sang pemain dikatakan hanya perlu beristirahat singkat sekitar satu pekan sebelum bisa balik ke lapangan.

Seperti diketahui, Cahya Supriadi mengalami insiden benturan dengan rekannya sendiri ketika laga melawan Hong Kong di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya pad 16 September lalu. Bahkan, kiper 19 tahun itu sampai dilarikan menggunakan ambulans untuk dirawat intensif di rumah sakit.

Dikutip dari laman Suara.com (partner Jambiseru.com) judul artikel “Sempat Pingsan di Lapangan, Cahya Supriadi akan Istirahat Singkat Sebelum Kembali Lebih Kuat“, Cahya Supriadi sempat dirawat beberapa hari usai insiden itu dan kini mengaku kondisinya sudah semakin membaik dari hari ke hari. Untuk sementara, dia akan beristirahat total sebelum kembali lebih kuat.

“Alhamdulillah kondisi saya sudah sedikit membaik dari sebelumnya. Pesan dari dokter, saya harus istirahat selama tujuh hari supaya penyembuhannya bisa maksimal,” kata Cahya dilansir dari laman resmi klub, Selasa (20/9/2022).

Perkembangan Cahya pun cukup signifikan. Bahkan, ia sudah bisa menyaksikan rekan-rekannya bertandingan saat Timnas Indonesia U-20 melawan Vietnam pada 8 September lalu.

“Cukup menegangkan bagi saya karena Vietnam dan Indonesia sama-sama mempunyai kans yang sama untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-20 di Uzbekistan 2023. Saya turut berbangga kepada teman-teman karena punya semangat lebih untuk membuat comeback dan menang 3-2,” tutur penjaga gawang kelahiran Karawang itu.

Lantaran dirinya tidak bisa bermain melawan Vietnam U-20, Cahya mengartikan kemenangan itu merupakan sebuah hadiah untuk masyarakat Indonesia.

“Menurut saya kemenangan ini sangat berarti bagi setiap masyarakat Indonesia karena kita main di Indonesia sebagai tuan rumah. Lolosnya kami ke Piala Asia U-20 adalah hadiah untuk mereka,” ungkapnya.

“Saya bisa sampai ke tahap ini karena dukungan keluarga dan orang terdekat saya. Jadi saya persembahkan keberhasilan ini untuk orang tua dan juga orang terdekat saya,” pungkasnya. (esa)

Pos terkait